SHARE
Home > News > News > Rusia Serang Ukraina, Ini Penyebab yang Sebenarnya

Rusia Serang Ukraina, Ini Penyebab yang Sebenarnya

26 February 2022 11:02 WIB Merahputih News

Rusia serang Ukraina kini menjadi perbincangan di seluruh dunia. Sebelumnya, Rusia sempat membatalkan serangan pada 18 Februari 2022 lalu. Namun, akhirnya benar-benar menyerang Ukraina pada Kamis (24/22). Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyatakan anggota militernya akan melancarkan operasi serangan terhadap Ukraina secara besar-besaran.

Serangan tersebut dimulai dengan ledakan di beberapa kota Ukraina termasuk Ibu Kota Kiev, Bandara Internasional Boryspil, hingga markas militer. Saat ini, Rusia juga telah mengumpulkan lebih dari 100.000 tentara yang ditempatkan di perbatasan Rusia dan Ukraina.

Baca juga: Pahami Fenomena Perubahan Iklim Yang Terjadi di Dunia

Lantas, apa alasan Rusia serang Ukraina? Dikutip dari berbagai sumber, berikut ini adalah penyebab Rusia menyerang Ukraina.

Kenapa Rusia Serang Ukraina?

Ilustrasi pesawat tempur. (Foto: Unsplash/UX Gun)

Sebagai latar belakang, Ukraina telah menjadi negara merdeka sejak jatuhnya Uni Soviet pada 1991. Tahun tersebut juga menjadi awal berdirinya kekaisaran Rusia dan berbagai negara pecahan yang sebelumnya dikenal dengan Uni Soviet.

Sementara itu, serangan terhadap Ukraina baru-baru ini disebabkan oleh Rusia yang dalam tuntutan keamanannya tidak menginginkan Ukraina untuk bergabung menjadi negara anggota NATO (North Atlantic Treaty Organization). Lalu, Rusia menginginkan NATO menghentikan seluruh latihan militer di dekat perbatasannya.

Seperti yang dikutip dari CNBC Indonesia, Duta Besar Rusia untuk Indonesia mengatakan, negaranya tidak pernah ingin menyerang Ukraina. Namun, isu serangan Rusia akan serang Ukraina disebutkan sebagai bentuk pertahanan terhadap ekspansi NATO yang telah berjalan selama 30 tahun hingga infrastruktur NATO yang kini kian dekat dengan perbatasan Rusia.

Baca juga: Kemendag Blokir 1.222 Situs Investasi Bodong, Ada Binomo!

Alat militer Rusia. (Foto: Biro Pers Kementerian Pertahanan Rusia)

"Pada situasi ini Ukraina hanya dijadikan alat untuk mengobarkan informasi perang terhadap Rusia. Sementara negara kami tengah mengupayakan diplomasi, pihak Barat terus mengobarkan informasi perang dan menciptakan ketegangan di perbatasan Rusia-Ukraina," kata Lyudmila Georgievna Vorobieva selaku Dubes Rusia untuk Indonesia seperti yang dikutip dari CNBC Indonesia, Jumat (25/2).

Dalam siaran TV yang dilakukan Presiden Putin pada pagi hari sebelum serangan Rusia terhadap Ukraina pada Kamis (24/2), ia mengatakan bahwa negaranya merasa tidak aman, berkembang, dan eksis atas ancaman konstan dari Ukraina modern.

Presiden Putin ingin melindungi orang-orang yang ditargetkan sebagai sasaran intimidasi dan genosida serta bertujuan untuk 'demiliterisasi' dan 'de-Nazifikasi' Ukraina. Rusia juga telah sejak lama menentang bergabungnya Ukraina ke NATO dan menduh NATO mengancam keselamatan masa depan Rusia sebagai sebuah negara.

Ilustrasi NATO. (Foto: NATO)

Saat ini, berbagai negara telah mengecam aksi Rusia terhadap Ukraina seperti Amerika, Inggris, Jepang, Spanyol, Prancis, Australia, Italia, Jeman, dan lainnya. Selain itu, terdapat pula beberapa negara yang diyakini akan mendukung serangan Rusia terhadap Ukraina.

Collective Security Treaty Organization (CSTO), yaitu sebuah blok militer yang mirip dengan NATO dan diisi oleh negara-negara bekas pecahan Uni Soviet. Negara anggota CSTO adalah Rusia, Armenia, Belarusia, Kazakhstan, Kirgistan, dan Tajikistan.

Selain kelima negara dalam CSTO tersebut, terdapat juga beberapa negara lain yang dikenal memiliki hubungan dekat dan utang budi dengan Rusia seperti Azerbaijan, Iran, Tiongkok, Korea Utara, dan Kuba. Itulah alasan yang sebenarnya mengapa Rusia serang Ukraina. (WAF)

Baca juga: Kualitas Udara Makin Buruk, Bagaimana Cara Memperbaikinya?

Soffi Amira Putri
[email protected]

Side.id - Media Kawasan Alam Sutera, BSD dan Gading Serpong

Merupakan media untuk memberikan rekomendasi tempat yang berdasarkan lokasi, rating, dan kategori yang diinginkan. Sudah punya usaha bisnis dan ingin menyampaikan profil bisnis Anda kepada pembaca setia? Daftarkan sekarang! Gratis!
Home > Blog > News > Rusia Serang Ukraina, Ini Penyebab yang Sebenarnya

Rusia Serang Ukraina, Ini Penyebab yang Sebenarnya

26 February 2022 11:02 WIB
Merahputih News

Rusia serang Ukraina kini menjadi perbincangan di seluruh dunia. Sebelumnya, Rusia sempat membatalkan serangan pada 18 Februari 2022 lalu. Namun, akhirnya benar-benar menyerang Ukraina pada Kamis (24/22). Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyatakan anggota militernya akan melancarkan operasi serangan terhadap Ukraina secara besar-besaran.

Serangan tersebut dimulai dengan ledakan di beberapa kota Ukraina termasuk Ibu Kota Kiev, Bandara Internasional Boryspil, hingga markas militer. Saat ini, Rusia juga telah mengumpulkan lebih dari 100.000 tentara yang ditempatkan di perbatasan Rusia dan Ukraina.

Baca juga: Pahami Fenomena Perubahan Iklim Yang Terjadi di Dunia

Lantas, apa alasan Rusia serang Ukraina? Dikutip dari berbagai sumber, berikut ini adalah penyebab Rusia menyerang Ukraina.

Kenapa Rusia Serang Ukraina?

Ilustrasi pesawat tempur. (Foto: Unsplash/UX Gun)

Sebagai latar belakang, Ukraina telah menjadi negara merdeka sejak jatuhnya Uni Soviet pada 1991. Tahun tersebut juga menjadi awal berdirinya kekaisaran Rusia dan berbagai negara pecahan yang sebelumnya dikenal dengan Uni Soviet.

Sementara itu, serangan terhadap Ukraina baru-baru ini disebabkan oleh Rusia yang dalam tuntutan keamanannya tidak menginginkan Ukraina untuk bergabung menjadi negara anggota NATO (North Atlantic Treaty Organization). Lalu, Rusia menginginkan NATO menghentikan seluruh latihan militer di dekat perbatasannya.

Seperti yang dikutip dari CNBC Indonesia, Duta Besar Rusia untuk Indonesia mengatakan, negaranya tidak pernah ingin menyerang Ukraina. Namun, isu serangan Rusia akan serang Ukraina disebutkan sebagai bentuk pertahanan terhadap ekspansi NATO yang telah berjalan selama 30 tahun hingga infrastruktur NATO yang kini kian dekat dengan perbatasan Rusia.

Baca juga: Kemendag Blokir 1.222 Situs Investasi Bodong, Ada Binomo!

Alat militer Rusia. (Foto: Biro Pers Kementerian Pertahanan Rusia)

"Pada situasi ini Ukraina hanya dijadikan alat untuk mengobarkan informasi perang terhadap Rusia. Sementara negara kami tengah mengupayakan diplomasi, pihak Barat terus mengobarkan informasi perang dan menciptakan ketegangan di perbatasan Rusia-Ukraina," kata Lyudmila Georgievna Vorobieva selaku Dubes Rusia untuk Indonesia seperti yang dikutip dari CNBC Indonesia, Jumat (25/2).

Dalam siaran TV yang dilakukan Presiden Putin pada pagi hari sebelum serangan Rusia terhadap Ukraina pada Kamis (24/2), ia mengatakan bahwa negaranya merasa tidak aman, berkembang, dan eksis atas ancaman konstan dari Ukraina modern.

Presiden Putin ingin melindungi orang-orang yang ditargetkan sebagai sasaran intimidasi dan genosida serta bertujuan untuk 'demiliterisasi' dan 'de-Nazifikasi' Ukraina. Rusia juga telah sejak lama menentang bergabungnya Ukraina ke NATO dan menduh NATO mengancam keselamatan masa depan Rusia sebagai sebuah negara.

Ilustrasi NATO. (Foto: NATO)

Saat ini, berbagai negara telah mengecam aksi Rusia terhadap Ukraina seperti Amerika, Inggris, Jepang, Spanyol, Prancis, Australia, Italia, Jeman, dan lainnya. Selain itu, terdapat pula beberapa negara yang diyakini akan mendukung serangan Rusia terhadap Ukraina.

Collective Security Treaty Organization (CSTO), yaitu sebuah blok militer yang mirip dengan NATO dan diisi oleh negara-negara bekas pecahan Uni Soviet. Negara anggota CSTO adalah Rusia, Armenia, Belarusia, Kazakhstan, Kirgistan, dan Tajikistan.

Selain kelima negara dalam CSTO tersebut, terdapat juga beberapa negara lain yang dikenal memiliki hubungan dekat dan utang budi dengan Rusia seperti Azerbaijan, Iran, Tiongkok, Korea Utara, dan Kuba. Itulah alasan yang sebenarnya mengapa Rusia serang Ukraina. (WAF)

Baca juga: Kualitas Udara Makin Buruk, Bagaimana Cara Memperbaikinya?

Soffi Amira Putri
[email protected]
Baru Dibuka

Glory Petshop - Alam Sutera

, Tangerang, Banten, 15143

Buka pukul 09:30 - 21:00 Buka

Side.id - Media Kawasan Alam Sutera, BSD dan Gading Serpong

Merupakan media untuk memberikan rekomendasi tempat yang berdasarkan lokasi, rating, dan kategori yang diinginkan. Sudah punya usaha bisnis dan ingin menyampaikan profil bisnis Anda kepada pembaca setia? Daftarkan sekarang! Gratis!