SHARE
Home > News > News > Save the Children Turunkan Tim Tanggap Darurat Bencana dan Beri Bantuan di Cianjur

Save the Children Turunkan Tim Tanggap Darurat Bencana dan Beri Bantuan di Cianjur

24 November 2022 15:24 WIB News Merahputih

Gempa bumi berkekuatan 5,6 magnitudo terjadi di beberapa wilayah Jawa Barat dan Jakarta, pada Senin (21/11) pukul 13.21 WIB. Gempa bumi tersebut berpusat di Kabupaten Cianjur dan menimbulkan korban sekaligus dampak kerusakan.

Data terakhir dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Selasa (22/11) mencatat, 268 orang meninggal dunia imbas gempa tersebut, 1.083 orang luka-luka, 151 orang dalam pencarian, dan 58.362 orang mengungsi tersebar di beberapa titik.

Baca juga: Wali Kota Tangsel Targetkan Bedah 500 Unit Rumah pada 2023

Save the Children pun menurunkan tim tanggap darurat bencana dan mendistribusikan 500 shelter kits, 3 paket rekreasional untuk dukungan psikososial, 2-unit tenda untuk dukungan psikososial, 350 paket kebersihan untuk keluarga, 350 paket kebersihan untuk anak, dan 5000 masker KN95.

Infrastruktur pendidikan di Cianjur ikut terdampak gempa bumi
Infrastruktur pendidikan di Cianjur ikut terdampak gempa bumi. Foto: dok. Save The Children

“Save the Children bergerak cepat untuk merespons bencana di Cianjur. Hari Selasa (22/11/2022) pagi, tim Save the Children akan berangkat dari Jakarta dan Bandung menuju Cianjur untuk melakukan kaji dampak dan distribusi bantuan tahap awal,” jelas CEO sekaligus Ketua Pengurus Save the Children Indonesia Selina Sumbung.

Sementara itu, Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana Kemendikbudristek mengeluarkan data terkait infrastruktur pendidikan yang terdampak. Data sementara yang dirilis Selasa (22/11), terdapat 203 Satuan Pendidikan yang terdampak. Selain itu, terdapat 4 siswa dan 5 guru yang meninggal dunia.

Save the Children Indonesia sedang melakukan kaji dampak cepat untuk mengetahui kebutuhan anak-anak dan keluarga pasca gempa, seperti kesehatan dan gizi, tempat tinggal, dan perlindungan. Selain itu, terdapat koordinasi dengan berbagai lembaga, independen maupun instansi pemerintah untuk menyiapkan kaji dampak yang lebih mendalam guna mengindentifikasi kebutuhan dari masyarakat.

Baca juga: SPKLU Terminal 3 Soetta Dibuka, Ekosistem Kendaraan Listrik Makin Berkembang

Kondisi bangunan salah satu SMP di Cianjur
Kondisi bangunan salah satu SMP di Cianjur. Foto: dok. Save The Children

Beberapa sekolah di Cianjur merupakan sekolah dampingan Save the Children dalam program We See Equal (WSE). Salah satu sekolah dampingan Save the Children terimbas cukup parah dari gempa, beberapa ruang kelasnya ambruk.

“Kami semua berkumpul di lapangan utama, tumpah ruah tangisan anak-anak yang ketakutan, kesakitan, dan yang menghawatirkan keluarganya di rumah. Kami saling berpelukan, saling menguatkan, dan terus berdoa,” ujar salah satu guru di sekolah dampingan Save the Children di Cianjur, Mia.

Menurut Mia, dampak gempa bumi di Cianjur bagi guru dan siswa sangat mengejutkan karena terjadi di tengah-tengah proses belajar mengajar.

Mengetahui kondisi anak-anak yang terkejut dan terdampak gempa, Save the Children juga berencana menurunkan tim dukungan psikososial (PSS), khususnya untuk korban anak-anak agar tidak terjadi trauma berkepanjangan. (*)

Baca juga: Satpol PP Sterilkan Area Pembangunan Flyover Cisauk

Soffi Amira Putri
[email protected]

Side.id - Media Kawasan Alam Sutera, BSD dan Gading Serpong

Merupakan media untuk memberikan rekomendasi tempat yang berdasarkan lokasi, rating, dan kategori yang diinginkan. Sudah punya usaha bisnis dan ingin menyampaikan profil bisnis Anda kepada pembaca setia? Daftarkan sekarang! Gratis!
Home > Blog > News > Save the Children Turunkan Tim Tanggap Darurat Bencana dan Beri Bantuan di Cianjur

Save the Children Turunkan Tim Tanggap Darurat Bencana dan Beri Bantuan di Cianjur

24 November 2022 15:24 WIB
News Merahputih

Gempa bumi berkekuatan 5,6 magnitudo terjadi di beberapa wilayah Jawa Barat dan Jakarta, pada Senin (21/11) pukul 13.21 WIB. Gempa bumi tersebut berpusat di Kabupaten Cianjur dan menimbulkan korban sekaligus dampak kerusakan.

Data terakhir dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Selasa (22/11) mencatat, 268 orang meninggal dunia imbas gempa tersebut, 1.083 orang luka-luka, 151 orang dalam pencarian, dan 58.362 orang mengungsi tersebar di beberapa titik.

Baca juga: Wali Kota Tangsel Targetkan Bedah 500 Unit Rumah pada 2023

Save the Children pun menurunkan tim tanggap darurat bencana dan mendistribusikan 500 shelter kits, 3 paket rekreasional untuk dukungan psikososial, 2-unit tenda untuk dukungan psikososial, 350 paket kebersihan untuk keluarga, 350 paket kebersihan untuk anak, dan 5000 masker KN95.

Infrastruktur pendidikan di Cianjur ikut terdampak gempa bumi
Infrastruktur pendidikan di Cianjur ikut terdampak gempa bumi. Foto: dok. Save The Children

“Save the Children bergerak cepat untuk merespons bencana di Cianjur. Hari Selasa (22/11/2022) pagi, tim Save the Children akan berangkat dari Jakarta dan Bandung menuju Cianjur untuk melakukan kaji dampak dan distribusi bantuan tahap awal,” jelas CEO sekaligus Ketua Pengurus Save the Children Indonesia Selina Sumbung.

Sementara itu, Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana Kemendikbudristek mengeluarkan data terkait infrastruktur pendidikan yang terdampak. Data sementara yang dirilis Selasa (22/11), terdapat 203 Satuan Pendidikan yang terdampak. Selain itu, terdapat 4 siswa dan 5 guru yang meninggal dunia.

Save the Children Indonesia sedang melakukan kaji dampak cepat untuk mengetahui kebutuhan anak-anak dan keluarga pasca gempa, seperti kesehatan dan gizi, tempat tinggal, dan perlindungan. Selain itu, terdapat koordinasi dengan berbagai lembaga, independen maupun instansi pemerintah untuk menyiapkan kaji dampak yang lebih mendalam guna mengindentifikasi kebutuhan dari masyarakat.

Baca juga: SPKLU Terminal 3 Soetta Dibuka, Ekosistem Kendaraan Listrik Makin Berkembang

Kondisi bangunan salah satu SMP di Cianjur
Kondisi bangunan salah satu SMP di Cianjur. Foto: dok. Save The Children

Beberapa sekolah di Cianjur merupakan sekolah dampingan Save the Children dalam program We See Equal (WSE). Salah satu sekolah dampingan Save the Children terimbas cukup parah dari gempa, beberapa ruang kelasnya ambruk.

“Kami semua berkumpul di lapangan utama, tumpah ruah tangisan anak-anak yang ketakutan, kesakitan, dan yang menghawatirkan keluarganya di rumah. Kami saling berpelukan, saling menguatkan, dan terus berdoa,” ujar salah satu guru di sekolah dampingan Save the Children di Cianjur, Mia.

Menurut Mia, dampak gempa bumi di Cianjur bagi guru dan siswa sangat mengejutkan karena terjadi di tengah-tengah proses belajar mengajar.

Mengetahui kondisi anak-anak yang terkejut dan terdampak gempa, Save the Children juga berencana menurunkan tim dukungan psikososial (PSS), khususnya untuk korban anak-anak agar tidak terjadi trauma berkepanjangan. (*)

Baca juga: Satpol PP Sterilkan Area Pembangunan Flyover Cisauk

Soffi Amira Putri
[email protected]
Baru Dibuka

Lumiere Kitchen & Wardrobe

Jl. Kp. Dongkol, Tangerang, Banten, 15320

Buka pukul 10:00 - 18:00 Tutup

Side.id - Media Kawasan Alam Sutera, BSD dan Gading Serpong

Merupakan media untuk memberikan rekomendasi tempat yang berdasarkan lokasi, rating, dan kategori yang diinginkan. Sudah punya usaha bisnis dan ingin menyampaikan profil bisnis Anda kepada pembaca setia? Daftarkan sekarang! Gratis!